Grab Bersiap Investasi pada 6 Start-up di Asia Tenggara

Grab akan investasi terhadap enam perusahaan rintisan atau start-up di Asia Tenggara.

Executive Director Grab Indonesia Ongky Kurniawan mengungkapan pihaknya tidak bisa menyebutkan spesifik aplikasi apa. Namun, perusahaan tersebut tak akan jauh dari core bisnis Grab.

“Tidak akan jauh dari core bisnis kami yakni transportasi, logistik, dan pembayaran,” jelas Ongky, Kamis (25/4).

Ongky pun menegaskan Indonesia akan menjadi salah satu fokus. Pasalnya, Indonesia merupakan pasar utama dari Grab.

Sebelumnya, dari semula aplikasi layanan transportasi, Grab telah menjelma menjadi Super App yang menawarkan solusi mulai dari layanan transportasi, pengiriman barang, pemesanan makanan, pembayaran mobile dan hiburan digital.

Mereka mencatatkan tonggak pencapaian selanjutnya dengan meraih status decacorn pada awal 2019. Ini tentu raihan yang tak main-main karena Grab menjadi perusahaan rintisan (start-up) pertama dari Asia Tenggara yang berhasil merebut status itu.

Saat ini, di seluruh dunia hanya terdapat 16 perusahaan decacorn, sementara pada satu kasta di bawahnya, terdapat sekitar 300 perusahaan yang mengekor dengan status unicorn.

Pada level decacorn, grab bersanding dengan perusahaan-perusahaan ternama lain di dunia seperti Uber, AirBnb, Lyft, Space X hingga Pinterest dengan keberhasilannya

Decacorn sendiri merupakan terminologi yang digunakan untuk perusahaan dengan valuasi US$10 miliar. Dengan kata lain, perusahaan yang menyandang 10 kali unicorn naik kasta dengan status sebagai decacorn.

Grab naik ke level decacorn setelah akhir tahun lalu mengantongi pendanaan Rp70,71 triliun (US$5,05 miliar) sehingga total valuasi (nilai perusahaan) mencapai lebih dari US$11 miliar (Rp158,6 triliun).

Sementara strategi jangka panjang Grab juga tidak akan berubah yaitu terus mengaplikasikan segala strategi yang sudah ditentukan sebagai aplikasi everyday super-app. Bukan hanya di bidang transportasi, tapi juga di bidang lain seperti layanan makanan, pengantaran, hiburan, penyediaan tiket bahkan kesehatan.

Dalam layanan kesehatan, Grab sudah bekerja sama dengan Ping An Good Doctor, perusahaan asal China yang memiliki valuasi US$2 miliar dan memiliki 200 juta pengguna.

Ping An Good Doctor mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) pengugna bisa mendapatkan konsultasi medis secara online, jasa pengantaran obat, hingga membuat janji konsultasi dengan dokter melalui aplikasi Grab. (age)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *